Bukti ilmiah anjing dapat mengenali perasaan manusia

Printer-friendly versionSend by emailPDF version

Riset terbaru menunjukkan ternyata anjing dapat membedakan emosi dan perasaan manusia dengan cara yang sama seperti manusia. Kemampuan ini sebelumnya luput dari pengamatan peneliti sifat binatang. Dan kelihatannya, cuma anjing yang memiliki kemampuan ini, hewan lain tidak memilikinya.

“Anjing mengerti perasaan pemiliknya melalui dua  sensor yang berbeda. Ini seperti cara manusia membedakan emosi,” kata peneliti Kun Guo dari University of Lincoln, Inggris, seperti ditulisScience Daily, Selasa, 12 Januari 2016. Laporan ini telah dipublikasikan di jurnal Biology Letters.

Para peneliti melakukan percobaan pada 17 anjing peliharaan yang sebelumnya tak pernah mendapat pelatihan apapun. Mereka diperlihatkan rangkaian gambar dan suara (panggilan "come here") dengan dua jenis intonasi yang berbeda, intonasi marah dan senang. Proses yang memanfaatkan dua alat indra, yaitu mata dan telinga ini dilakukan secara berulang-ulang.

Hasilnya, anjing menghabiskan waktu lebih lama saat melihat ekspresi wajah yang sesuai dengan intonasi suara. Dari sini, para peneliti menyimpulkan anjing juga harus membentuk suatu representasi mental yang merespons baik emosi positif maupun negatif, berdasarkan analisa suara dan wajah.

Guo mengatakan, kategorisasi internal terhadap emosi belum pernah ditunjukkan makhluk hidup selain manusia. Maka, temuan perilaku serupa pada anjing ini mengubah paradigma tentang persepsi emosi. Para anjing yang belum pernah menerima pelatihan apapun sebelumnya, mampu membedakan perasaan secara alamiah.


Tahun lalu para peneliti di Viena menyatakan anjing mampu mengenai seseorang sedang marah atau senang hanya dari wajahnya. Riset terbaru ini menunjukkan ternyata pengenalan emosi bisa mejuga melalui pendengaran.

Meski demikian, peneliti lain, Danoel Mills, mengatakan belum ada kepastian apakah anjing betul-betul bisa memahami emosi. “Ada perbedaan antara sekedar bisa membedakan, atau memahami. Seperti perilaku asosiatif, di mana anjing akan merespons terhadap suara marah, harus diamati lagi,” kata dia.

Selain manusia, anjing juga dapat mengenali perubahan emosi anjing lain dan dapat merubah ekspresi mereka seperti anjing lain. Hal ini menunjukkan mereka juga mempunyai kemampuan empati