Flu anjing mewabah kembali di Amerika Serikat

Printer-friendly versionSend by emailPDF version

Seperti manusia, anjing pun dapat terserang flu. Setidaknya ada beberapa penyakit yang menyerang saluran pernafasan anjing seperti distemper dan kennel cough. Canine influenza atau flu anjing pertama kali dikenali sekitar tahun 2004. Pada saat itu teridentifikasi penyebabnya adalah virus flu tipe A H3N8 yang mirip seperti virus flu burung yang sempat mewabah di daerah Asia. Sejak saat itu virus terus berkembang dan bermutasi dan menyebabkan wabah kembali di tahun 2007 dengan strain H3N2.

Pada musim semi tahun lalu kembali terjadi "outbreak" yang menyerang setidaknya 2000 ekor anjing di 25 negara bagian Amerika Serikat. Yang terakhir, seperti dilansir oleh cbsnews bulan januari 2016 dilaporkan juga sejumlah anjing di bagian barat Amerika Serikat kembali menderita penyakit ini.

Flu anjing jarang berakibat fatal pada anjing kecuali bila disertai penyakit lain (berbeda dengan distemper yang biasanya berakibat fatal). Gejala umumnya biasanya berupa demam, lesu, batuk dan nafsu makan hilang. Vaksin untuk mencegah terserang penyakit flu anjing ini sudah tersedia, tapi beberapa orang meragukan daya perlindungannya. Virus ini tidak menyebabkan sakit pada manusia  tapi dapat menyebar lewat manusia melalui kontak langsung. Penyakit ini sangat menular di antara anjing-anjing.

Belum pernah ada laporan penyakit flu anjing ini pernah terjadi di Indonesia. Tapi kita harus tetap waspada karena penyakit ini bisa saja masuk ke indonesia melalui impor anjing ras yang kurang hati-hati.