Beda anjing dengan manusia

Printer-friendly versionSend by emailPDF version

Karena kedekatan dengan manusia, sering kali kita menyamakan hewan kesayangan kita dengan gaya hidup dan kebiasan kita. Padahal secara anatomi, fisiologi dan perilaku, anjing dan kucing sangat berbeda dengan manusia. Kebutuhan anjing & kucing berbeda dengan kebutuhan manusia.

Sebagai pemilik anjing dan kucing, kita harus mengerti dan menghormati mereka sesuai kondisi alamiah mereka. Pemilik anjing dan kucing yang bertanggung jawab akan merawat mereka sesuai anatomi, fisiologi & perilaku alamiah mereka.

 

Daya penciuman

Dalam hidung manusia, anjing dan kucing terdapat sel pencium bau (sel olfaktori) yang berfungsi menangkap bau dan merubahnya menjadi impuls syaraf yang di kirim ke otak. Semakin banyak sel ini semakin sensitif pula kemampuan penciumannya. Berikut  perbandingan jumlah sel pencium bau antara manusia dan anjing

 

Dari perbandingan jumlah reseptor pencium bau terlihat anjing 15x-40x lebih sensiti terhadap bau daripada manusia. Bau atau aroma makanan merupakan salah satu hal yang membuat anjing menyukai makanan tersebut. Anjing juga lebih sensitif terhadap  bau/asap rokok daripada manusia, bagi mereka penderitaannya terasa lebih berat 15-40 x.

Anjing berukuran kecil (ras kecil) mempunyai reseptor lebih sedikit dari ras besar. Anjing ras besar bisa memiliki sampai 220 juta sedangkan ras kecil hanya sekitar 80 juta. Inilah sebabnya tidak ada anjing ras kecil digunakan sebagai anjing pelacak, karena mereka tidak terlalu sensitif terhadap bau.

Jumlah reseptor pencium bau dapat mempengaruhi perilaku makan anjing. Anjing ras kecil cenderung mempunyai nafsu makan yang “on- off”  dan suka pilih-pilah makanan atau gampang bosan terhadap satu jenis makanan. Hal ini disebabkan sedikitnya syaraf penciuman mereka, oleh karena itu mereka membutuhkan  makanan yang “lebih wangi” untuk merangsang/menjaga nafsu makan mereka.

Karena tidak tega melihat anjingnya tidak mau makan, pemilik anjing kecil sering menyuapi anjing mereka. Hati-hati jangan sampai terjebak untuk terus menerus menyuapi anjingnya kalau mau makan. Karena kalau sudah kebiasaan, anjing akhirnya cuma mau makan kalau disuapi pemiliknya. Mungkin saja pemiliknya memang senang melakukannya karena sayang, tapi pemilik juga harus berfikir panjang kalau suatu saat, harus meninggalkan anjingnya selama beberapa lama karena berpergian keluar kota,dll. Anjing mungkin tidak mau makan karena tidak ada yang menyuapi.