Distemper: penyakit anjing menular & fatal

Printer-friendly versionSend by emailPDF version

Ada banyak grup musik  (band) yang menggunakan nama penyakit hewan sebagai nama band mereka, termasuk Distemper. Satu band beraliran musik ska punk dari Moskow Rusia menggunakan nama distemper untuk menjadi identitas band mereka.... mungkin berhubungan juga dengan gaya penggemar musik ska yang sedikit mirip dengan gejala penyakit distemper pada anjing :)

Distemper adalah penyakit yang sangat menular yang dapat menyerang anjing. Penyakit ini disebabkan oleh virus morbili dari famili Paramyxoviridæ. Penyakit ini telah menjadi langka sejak tahun 1960, yaitu sejak pelaksanaan program vaksinasi rutin. Namun sejak awal abad ke-21, cenderung muncul kembali secara teratur dalam bentuk epidemi wabah lokal di daerah tertentu. Distemper dapat menyerang anjing dari semua umur. Sensitivitas terhadap infeksi virus bervariasi dari satu anjing  ke anjing lain. Anjing biasanya terinfeksi melalui kontak langsung.

Tanda-tanda penyakit yang khas adalah pilek, belekan dan mencret. Penyakit ini dapat menyerang saluran pernafasan, pencernaan dan kulit serta syaraf. Bila menyerang kulit, ciri khasnya adalah telapak kaki dan hidung anjing menjadi keras dan berkerak, dikenal dengan istilah hard pad disease.

hidung keras & berkerak (sumber youtube) dan telapak kaki keras/hard pad disease (sumber: smallanimalchannel.com)

Penyakit distemper berakibat fatal bagi anjing karena sampai saat ini belum ada obat yang benar-benar efektif. Pencegahan dilakukan dengan vaksinasi sejak anjing berusia muda dan diulang setiap tahun agar anjing terus terlindungi dari penyakit ini.

Selain menyerang anjing, penyakit ini juga diketahui dapat menyerang karnivora liar seperti beruang, musang, rakun, singa, dll. Beberapa usaha telah dilakukan para pemerhati fauna untuk menyelamatkan karnivora liar langka dari kepunahan akibat penyakit distemper ini.