Distemper penyakit serius dan fatal pada anjing

Printer-friendly versionSend by emailPDF version
bantalan kaki keras, penyakit distemper pada anjing

Bagi anda yang belum pernah atau baru saja memiliki anjing  atau anak anjing mungkin belum pernah mendengar nama Penyakit Distemper  ini. Bagi yang sudah memiliki atau pernah memiliki anjing mungkin saja pernah mempunyai pengalaman  bagaimana penyakit yang menular pada anjing ini sangat membuat anda sedih dan frustasi. Mungkin saja anjing kesayangan anda berhasil bertahan mungkin juga anda harus rela kehilangan anjing kesayangan anda. Bila anda memiliki anjing atau mempunyai rencana memiliki anjing, sebaiknya baca artikel ini sampai selesai untuk menghindari dan mempersiapkan diri bila penyakit distemper menghampiri anjing milik anda.

Virus Distemper

Penyakit anjing yang sangat menular ini disebabkan oleh virus. Virus distemper termasuk kelompok virus RNA.

  • Ordo: Mononegavirales
  • Family: Paramyxoviridae
  • Genus: Morbillivirus

Virus distemper berbentuk bulat dengan amplop pelindung dan seutas RNA. Virus ini sangat resisten pada suhu dingin. Virus distemper tidak dapat menular ke manusia tapi sangat menular di antara anjing, dan tidak dapat menulari kucing, kecuali keluarga kucing besar seperti harimau, singa, panther dan karnivora lain seperti musang, beruang dll. Virus distemper mudah mati dengan panas dan disinfektan.

virus penyakit distemper pada anjing

(sumber : journal.frontiersin.org)

 

Tanda-tanda penyakit distemper pada anjing

Virus distemper dapat menyerang beberapa sistem pada tubuh anjing, yaitu :

  • sistem pernafasan
  • sistem pencernaan
  • sistem kekebalan tubuh
  • sistem syaraf  dan
  • sistem urogenital

karena banyaknya sistem tubuh yang diserang ( bisa satu atau ketiganya sekaligus), gejalanya pun bisa beragam.

Gejala pada tahap awal bisa berupa :

  • Demam tinggi, bisa mencapai 41 derajat celcius ( normal 38-39.5 derajat Celcius)
  • Radang pada mata  disertai kotoran mata (belek) yang banyak
  • Ingus pada hidung 
  • Depresi dan lemah
  • Nafsu makan hilang
  • Belek dan ingus tebal kekuningan
  • Batuk kering
  • Benjolan bernanah di bagian perut
  • Muntah 
  • Diare

Gejala tahap yang lebih parah bisa berupa :

  • Berliur
  • Jalan serampangan
  • Kepala gemetar
  • Gerakan rahang seperti mengunyah dan tidak terkendali
  • Kejang-kejang
  • Gerakan kaki tidak terkoordinasi/kaku
  • Kebingungan
  • kedutan (kontraksi otot tidak terkontrol, ritmis) biasanya pada otot sekitar leher dan kepala. Awalnya mungkin terjadi saat istirahat atau tidur, bila semakin parah kedutan terjadi sepanjang waktu
  • Kulit tebal terutama pada hidung dan bantalan kaki
  • kelumpuhan
  • buta
  • sulit bernafas

pilek pada anjing dengan penyakit distemper

Pilek salah satu gejala penyakit distemper pada anjing (foto :worldclassgsd.com)

 

benjolan berisi nanah pada perut,

Benjolan berisi nanah pada perut, salah satu gejala yang sering muncul pada anjing dengan penyakit distemper

 

Penyebaran dan penularan distemper

Virus dapat menyebar melalui cairan liur, mata atau ingus. Dapat melalui udara (aerosol) atau kontak langsung dengan anjing yang sakit atau dengan kontak tidak langsung melalui hewan atau benda-benda yang tercemar cairan tubuh anjing yang mengandung virus.

  • Infeksi : virus masuk melalui mulut atau hidung dengan kontak langsung atau tidak langsung
  • Virus berkembang di kelenjar pertahanan lokal (jaringan limfoid) seperti tonsil, dll. Jaringan limfoid bertugas menghasilkan sel darah putih untuk pertahanan tubuh. Virus distemper menyebabkan tubuh tidak lagi banyak menghasilkan sel darah putih, akibatnya jadi lemah dan rentan terhadap terhadap infeksi lain yang disebabkan bakteri dan virus lainnya. Pada tahap ini anjing bisa terlihat lemah, nafsu makan hilang, atau demam. Dokter hewan mungkin bisa mendeteksi ada pembesaran limfonodus. Tahap ini terjadi sekitar 2-6 hari setelah infeksi
  • Kemudian sejumlah besar virus menyebar melalui sistem limfatik tubuh seperti limpa, hati, dan limfonodus dada dan abdomen serta sumsum tulang-->1-2 minggu setelah infeksi
  • Menyebar ke sistem tubuh lain seperti, pencernaan, pernafasan, sistem urogenital,syaraf dan kulit. Pada tahap ini berbagai gejala dan tanda distemper terlihat jelas, seperti ingus, batuk dan pengerasan bantalan kaki & hidung (hard pad disease). Pada tahap ini pula virus mulai disebarkan untuk menulari hewan lainnya -->2-3 minggu setelah infeksi
  • Penyebaran virus dapat berlanjut ke sistem syaraf dan menyebabkan radang otak (ensefalitis) dan menimbulkan gejala syaraf

Distemper adalah penyakit yang perkembangannya relatif lambat dibanding penyakit lain seperti parvo, dll. Masa inkubasi penyakit distemper dapat berlangsung selama 1-2 minggu dan pada banyak kasus padat terjadi selama 4-5 minggu atau lebih. Anjing dapat saja pulih dari berbagai gejala penyakit, tapi kemudian gejala penyakit muncul beberapa minggu kemudian dengan tingkatan yang lebih parah.

Cara mengetahui apakah anjing menderita penyakit distemper

Diagnosa adalah tugasnya dokter hewan, tapi sebagai pemilik anda dapat mengenali tanda-tanda penyakit lebih awal dan mengambil tindakan untuk mencegah penularan ke anjing lain. Segaera bawa anjing ke dokter hewan bila anda menemukan tanda-tanda di atas. Dokter hewan akan memeriksa gejala klinis anjing anda dan mungkin akan menyarankan pemeriksaan darah dan tes distemper cepat dengan "snap test kit/rapid test kit distemper". Tes ini biasanya menggunakan berbagai cairan dari tubuh anjing tersangka (ingus, belek, dll), dimasukkan ke dalam cairan pengencer (buffer), lalu cairannya diteteskan pada lubang "test kit" dan di baca hasilnya. Saat ini ada beberapa macam test kit distemper yang beredar di Indonesia.

Contoh kit tes cepat (rapid test/snap test) distemper

Contoh hasil tes positif dan negatif

 

Bisa saja terjadi hasil tes negatif padahal semua gejala mengarah pada distemper atau mungkin saja gejala klinisnya tidak jelas tapi hasil tes positif. Mau positif atau negatif, bila dugaannya adalah distemper, sebaiknya anggap saja memang distemper dan diberikan tindakan terapi yang sesuai (daripada terlambat). Seiring terapi dan berjalannya waktu dokter hewan akan memeriksa kembali apakah anjing positif terkena distemper atau tidak.

Terapi dan pengobatan penyakit distemper

 

Sampai saat ini belum ada obat yang efektif menyembuhkan distemper, pengobatan dan terapi hanya bersifat suportif dan simptomatis (mengendalikan gejala)

Hal pertama yang diserang virus distemper adalah sistem kekebalan tubuh anjing. Seperti penyakit virus lainnya, kesembuhan sangat tergantung pada sistem kekebalan tubuh. Penyakit distemper membuat frustrasi dan tingkat kematian akibat penyakit ini cukup tinggi. Sampai saat ini belum ada anti virus/obat yang efektif menyembuhkan distemper, pengobatan dan terapi hanya bersifat suportif dan simptomatis (mengendalikan gejala). Terapi bisa berupa infus, antibiotik, vitamin, penurun demam, obat batuk. Tujuan terapi membuat hewan  stabil dan menghindarkan infeksi sekunder sampai suatu saat sistem kekebalan tubuh dapat melawan virus ini. Tapi banyak juga anjing yang sistem kekebalan tubuhnya tidak mampu bertahan dan melawan penyakit ini, sehingga berakhir dengan kematian. 

 

Pencegahan penyakit distemper pada anjing 

Kita semua telah mengetahui dan terbiasa  dengan kalimat Mencegah lebih baik daripada mengobati. Virus adalah mahluk hidup yang berukuran sangat kecil dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, jadi dapat datang kapan saja dan dari mana saja tanpa kita sadari. Tujuan pencegahan meminimalkan penularan dan membuat antibodi anjing siap menghadapai penyakit, dengan cara :

  • Sebelum dikawinkan, pastikan induk anjing telah divaksin lengkap (termasuk distemper) sehingga pada saat melahirkan anaknya bisa memiliki antibodi terhadap distemper.
  • Pada karnivora hanya sekitar 5% antibodi yang diturunkan pada anak saat dalam kandungan, 95 % sisanya ditransfer ke anak melalui susu (kolostrum). Jadi pastikan anak yang baru lahir dapat menerima kolostrum (susu awal 24-48 jam setelah melahirkan) dari induknya.
  • Berikan obat cacing dan segera vaksin anak anjing pada sekitar umur 6-8 minggu.
  • Ulangi vaksin sekitar 4 minggu setelah vaksin pertama agar antibodi yang terbentuk lebih maksimal. Ikuti program vaksinasi yang dianjurkan dokter hewan.
  • Ulangi vaksin setiap tahun agar antibodi terhadap penyakit anjing (bukan hanya distemper) dapat tetap  maksimal.
  • Berikan makanan dan nutrisi terbaik bagi anjing sesuai usia dan kebutuhannya.

Mencegah penularan :

  • Isolasi/karantina anjing yang sakit (idealnya berbeda rumah/atap).
  • Cuci tangan (mandi, bila perlu) setelah mengunjungi atau kontak dengan anjing sakit.
  • Bersihkan semua benda, sepatu, sandal, mangkuk makanan-minuman yang mungkin kontak dengan cairan yang berasal dari anjing sakit, gunakan deterjen dan disinfektan.
  • Bersihkan pula alat-alat yang digunakan untuk membersihkan anjing/kandang anjing dengan deterjen dan disinfektan.

Perlu diingat, anjing yang sudah rutin divaksinasi masih bisa tetap terserang penyakit. Vaksinasi rutin dapat mengurangi keparahan gejala dan membuat anjing lebih siap  melawan penyakit.

oleh : Drh. Neno WS