Virus Rabies, fatal bagi manusia dan hewan

Printer-friendly versionSend by emailPDF version

Virus rabies tidak tahan berada di lingkungan luar dan sensitif terhadap cahaya matahari dan sinar UV. Pada tubuh hewan yang sudah mati tidak bisa bertahan lama, terutama ketika suhu mencapai 21°C. Walaupun begitu, virus rabies tahan pada suhu dingin atau pembekuan. Sensitif terhadap pH asam (<3) atau sangat basa (>11). Virus rabies mudah dibasmi dengan desinfektan natrium hipoklorit (pemutih), ethanol 45–75%, larutan yodium dan yang mengandung ammonium, formalin, fenol, dan beberapa jenis deterjen.

Virus rabies adalah jenis virus RNA yang senang hidup di jaringan syaraf. Termasuk ke dalam  klasifikasi :

  • ordo Mononegavirales
  • famili Rhabdoviridae
  • genus Lyssavirus

 

virus rabies dapat menulari semua jenis mamalia termasuk manusia. Saat ini sudah dikenali 12 macam spesies  virus rabies, yaitu :

  • Virus rabies klasik (RABV)
  • Lagos bat virus (LBV)
  • Mokola virus (MOKV)
  • Duvenhage virus (DUVV)
  • European bat lyssaviruses tipe-1 (EBLV-1)  dan tipe-2 (EBLV-2),
  • Australian bat lyssavirus (ABLV)
  • Aravan virus (ARAV)
  • Khujand virus (KHUV)
  • Irkut virus (IRKV)
  • West Caucasian bat virus (WCBV)
  • Shimoni bat virus (SHIBV).

Beberapa virus rabies tertentu ditemukan pada kelelawar penghisap darah (vampir). Sebagai tambahan, saat ini ada dua jenis virus rabies yang baru teridentifikasi dan sedang diajukan kepada the International Committee on the Taxonomy of Viruses (ICTV) sebagai spesies virus rabies baru dalam gennus lyssavirus. RABV  adalah virus rabies yang paling penting dari sisi kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan, karena sebagian besar korban rabies di dunia terinfeksi virus rabies ini.

 

struktur virus rabies

Struktur virus rabies, berbentuk menyerupai batang, sesuai nama famili "Rhabdo" yang berarti batang

gambar : pinterest.com, spencerpest.com