Yang harus dilakukan bila digigit anjing terduga rabies

Printer-friendly versionSend by emailPDF version

Jangan anggap remeh gigitan anjing atau kucing, terutama bila yang menggigit adalah hewan liar atau tidak divaksinasi rabies. Pada beberapa kondisi sangat sulit mengetahui anjing & kucing terinfeksi rabies. Berikut beberapa panduan sederhana bila anda digigit anjing tersangka rabies :

  • Meskipun rabies merupakan penyakit fatal dan dapat menyebabkan kematian,  Tetap tenang dan jangan panik.
  • Segera cuci luka dengan deterjen dan keluarkan darah dari luka gigitan sebanyak mungkin.
  • Hubungi dokter atau rumah sakit di daerah anda yang bisa menangani penyakit menular. Dalam satu daerah biasanya ada satu atau beberapa rumah sakit yang menyediakan vaksin dan atau serum rabies.
  • Anda atau orang lain yang anda minta dapat mencari tahu pemilik anjing tersebut. Bila anjing ada pemiliknya, tanyakan kepada pemiliknya apakah anjing tersebut sudah divaksin rabies secara rutin, dan perhatikan lagi apakah anjing menunjukkan tanda-tanda rabies (lihat tanda-tanda rabies).
  • Bila tidak ada pemiliknya (anjing liar), pastikan anda atau orang lain yang anda minta dapat terus mengawasi anjing penggigit yang diduga mengidap rabies ini dan segera laporkan ke dinas kesehatan hewan atau peternakan setempat. Dinas atau dokter hewan berwenang akan mengkarantina anjing ini selama dua minggu untuk memastikan ada/tidaknya penyakit rabies (lihat cara mengetahui penyakit rabies/diagnosa rabies).
  • Pastikan lagi bahwa anjing penggigit menunjukan gejala/tanda penyakit rabies. Anjing yang terinfeksi rabies akan menyerang dan menggigit apa/siapa pun  yang ada disekitarnya tanpa sebab yang jelas. (lihat tanda-tanda rabies). Bila anda digigit karena mengganggu atau memasuki daerah teritorial anjing, anda bisa sedikit tenang karena mungkin anjing menggigit karena terganggu, bukan karena mengidap rabies.
  • Bila anjing penggigit merupakan tersangka rabies, anda akan mendapatkan beberapa kali suntikan vaksin dan atau serum rabies selama periode waktu tertentu. Pihak yang berwenang akan mengkarantina anjing selama dua minggu. Selama karantina, dokter hewan akan mengamati anjing dan memastikan gejala rabies pada anjing tersebut. Anjing penderita rabies akan menunjukkan gejala dan akan mati dalam waktu maksimal dua minggu. Untuk memastikan diagnosa rabies, dokter hewan berwenang akan mengirimkan sampel otak anjing untuk diperiksa di laboratorium khusus.
  • Bila anjing tersangka ternyata tidak terinfeksi rabies, anda bisa tenang.
  • Bila anjing tersangka positif menderita rabies, terapi serum dan atau vaksin rabies harus terus dilanjutkan sesuai protokol dan berdoa serta berharap gejala penyakit rabies tidak muncul pada orang yang digigit, karena hampir 100 % orang yang menunjukkan gejala terinfeksi rabies, mengalami kematian.
  • Sampai saat ini hanya sekitar 5 orang (dari sekitar 59.000-79.000 korban meninggal akibat rabies setiap tahunnya) yang berhasil selamat, setelah menunjukkan gejala terinfeksi rabies. Mereka ini mendapatkan terapi kontroversial yang dikenal dengan sebutan protokol milwaukee.